Akan Release di Indonesia Sinyal 5G Bakal Perkuat Jaringan Game untuk Pendidikan

Potensi 5G Komersial di Indonesia Mendukung Industri Game untuk Pendidikan

5G Bakal Perkuat Jaringan Game untuk Pendidikan

Wakil Direktur 3 Indonesia, Danny Buldansyah memprediksikan bahwa 5G belum layak secara komersial hingga tahun 2020. Selain itu, potensi jaringan telepon seluler untuk 5G di Indonesia belum melihat potensinya. Karena perangkat seluler 5G masih mahal saat ini.

“Kami telah melihat bahwa ada banyak penetrasi perangkat, jika masih sedikit tidak berguna. Kami juga telah bekerja sama dengan vendor perangkat untuk melihat peta jalan perangkat. Setelah harga di bawah Rp1,5 juta “Itu artinya sudah mulai masif. Tinggal menunggu pemerintah mengatakan 5G akan menggunakan spektrum yang mana,” kata Danny saat ditemui seusai sidang 5G di ITS, Surabaya, Kamis (9/9/2019).

Dia juga melanjutkan jika mereka yang menggunakannya sedikit, itu tidak efisien.

“Saat ini untuk orang-orang yang terlihat paling sering digunakan untuk streaming video. Dengan layar seperti ini rasanya kecepatannya sudah cukup dengan 4G. Jadi kami memberikan 5G juga tidak akan mengubah pengalaman pelanggan. Misalnya, layar kecil ini jika kita memberikan definisi tinggi atau 4K tidak membuat perbedaan, “kata Danny.

5 Game Android Gratis Diunduh dan Mainkan Sekarang

Meski begitu, dia mengatakan jika pengalaman pelanggan yang paling mungkin berbeda dari 5G, yaitu untuk game.

“Sekarang sebagian besar permainan sedang online. Misalnya, musuh kita ada di Eropa, jadi kami tidak ingin menembak, tetapi latensi tinggi dipicu untuk menembak terlebih dahulu dengan perangkat latensi rendah (Eropa),” kata Danny.

Meski begitu, katanya ada beberapa bidang yang lebih potensial dan dapat dengan cepat menyerap pasar 5G, yaitu industri, pendidikan, dan mobil otomasi.

Prediksi Harga 5G di Indonesia

Danny mengatakan bahwa harga 5G belum tentu murah, karena jaringan 5G 10 kali lebih cepat dari 4G. Tetapi harga bisa turun dalam beberapa aspek.

“Harga bisa murah atau mahal berdasarkan nilai (value) yang dihasilkan oleh layanan kami. Harga ditentukan bukan oleh biaya penyediaan data, tetapi oleh permintaan dan persaingan pasar. Jika persaingan kuat, harga turun. Tapi, jika relatif stabil dan harga permintaan tinggi naik, “jelas Danny.

Namun, Danny tidak menampik jika teknologi yang lebih canggih nantinya akan lebih murah seperti pada jaringan 4G.

“Kenapa harga 4G bisa lebih murah. Bukan karena teknologinya lebih canggih. Teknologinya harus lebih canggih, harganya mahal, tapi ini kebalikannya kalau di industri telekomunikasi. Bahkan dengan komputer seperti itu, makin kecil akhirnya lebih murah. Dalam 20 tahun terakhir harga 30 juta “Sekarang ada 2 juta. Di Indonesia harga data murah karena operator penuh dengan persaingan, meskipun sekarang perang harga relatif tidak sehat. Tapi kami beruntung ada teknologi 4G karena biaya data 4G lebih murah, “katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *